Tari Perut di Padang Rumput

LAHIR dan besar di Jerman, di usia 15 tahun Onur Çakmak memilih hijrah ke tanah leluhur: Istanbul, Turki. Di Turki ia dikenal sebagai Asena, the most famous Turkish belly dancer.

Dia dianggap berhasil mengembalikan citra tarian perut, sekaligus menaikkan derajat penari-penari perut di Turki yang sudah kadung dianggap sebagai penari telanjang.

Saya pernah menonton salah satu pertunjukkan Asena di Kervansaray, sebuah restoran papan atas di Istanbul, bulan November 2005. Luar biasa.

Nah, Anda yang tak sempat ke Turki, dapat menyaksikan Asena di YouTube. Memang agak beda, tidak sedahsyat aslinya… Tapi lumayanlah.

Kemarin, saya kembali nonton “tarian perut” di Friendship Circle, Hale Manoa, dalam acara East West Cultural Day. Saya sama sekali tak terkesan dengan penampilan rombongan sirkus ini. Jauh dari tarian perut ala Asena yang memadukan keindahan dan kekuatan tubuh dengan olah nafas yang sedemikian rupa.

Kalau yang saya lihat kemarin hanya sekumpulan perempuan berpakaian minim yang melenggak-lenggok di padang rumput, di sore hari. Tak lebih dari itu.

Tapi sebetulnya gak boleh protes dan membanding-bandingkan mereka dengan Asena.

Asena kan jelas penari profesional. Kalau yang ini hanya sekelompok orang, beberapa di antaranya adalah mahasiswi, yang mencoba memperlihatkan apresiasi mereka pada tarian perut… Iya deh.

Wanita yang paling kiri selain ikut belly dance, juga menyanyikan sebuah lagu India dalam East West Cultural kemarin. Nah, suaranya kelas superb tuh… Saya bilang ke seorang teman, seperti mendengarkan MP3 lagu India. Sementara wanita kedua dari kiri juga ikut menari bersama penari-penari dari Samoa. Sementara penari yang lainnya luput dari pengamatan. Oh nggak, beberapa diantara mereka ikut menari saat temannya melantunkan lagu India di anak tangga Hale Halawai.

Wanita berbaju kuning di depan adalah pemimpin kelompok penari ini. Beberapa kali dia juga menari di Campus Center, di siang hari. Pertunjukan andalannya adalah tarian solo dengan sebilah pedang. Kalau Anda sabar, sebentar lagi akan melihat kebolehannya menahan pedang di atas kepala.

Foto-foto ini diambil dari arah stand Indonesia di bawah salah satu pohon kemiri yang ada di courtyard Hale Manoa. Setelah pertunjukan ini giliran anak-anak Thailand menari, lalu seorang mahasiswi Taiwan menyanyi, dan setelahnya rombongan mahasiswa Indonesia jadi pragawan/pragawati dadakan.

Nah, berikutnya sirkus pedang…

Karena keterbatasan waktu, foto-foto mahasiswa Indonesia melenggak-lenggok di catwalk belum bisa ditampilkan. Silakan bersabar.

About these ads

One thought on “Tari Perut di Padang Rumput

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s