TULIS seorang pembaca dalam komentarnya:
“Wajar donk ada yang menyoroti kemiskinan. Wong pemimpin yang dipilih jadi presiden memang memiliki beban moral menuntaskan kemiskinan rakyat dan menyejahterakan rakyat. Jika ada yang mengkritik dan menyoroti masalah kemiskinan itu yo wajar wajar ae. Itu menjadi tugas sampean bagaimana untuk mengatasinya. Bukanya malah marah-marah mencari kambing hitam. Saat ini, rakyat pada kelaparan karena harga-harga melambung tinggi sementara pendapatan tidak ada. Sedangkan di sisi lain ada golongan masyarakat tertentu yang berkelimpahan harta dengan cara-cara yang tidak baik. Apakah itu namanya solusi?”
Ah, kuping SBY, kata banyak orang, memang tipis…
myRMnews - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengkritik balik sikap beberapa pemimpin bangsa, terutama golongan oposisi, yang menggunakan kemiskinan sebagai komoditas politik untuk menjatuhkan pemerintah.
Menurut dia, pemberantasan kemiskinan tidak bisa dilakukan dalam sekejap mata. SBY mencontohkan pemberantasan kemiskinan di negara maju saja bisa membutuhkan waktu hingga 15 tahun.
“Kemiskinan itu tidak bisa diberantas dengan sekejap saja, dua atau tiga atau lima tahun. Tetapi dia perlu proses hingga 15 tahun. Jadi, dari pada ngomong kesana-kemari mari kita benahi bersama,” ujarnya dalam Temu Nelayan dan saat penyerahan bantuan sembako di Indramayu, Selasa (7/4).
Dia meminta para pemimpin bangsa atau golongan tertentu untuk turut bahu-membahu dalam memberantas kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.
“Bukan saling mengkritik.”
Pernyataan sikap SBY itu secara tidak langsung menjawab kritikan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri belum lama ini, baik dalam kampanye salah satu calon gubernur Jawa Barat atau safari politik di berbagai daerah.
Megawati mengatakan bahwa kesalahan rakyat sendiri memilih pemimpin yang ‘ganteng’ tetapi tidak bisa mensejahterakan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan. Padahal anggaran yang diberikan terus mengalami peningkatan.
Dalam kesempatan itu, SBY berjanji akan terus meningkatkan anggaran untuk pengentasan kemiskinan melalui program-program pemberdayaan masyarakat pedesaan dan masyarakat pesisir.
Sehingga, dia membatah apabila pemerintah tidak melakukan tindakan apapun untuk mengentaskan kemiskinan. “Pemerintah juga telah berbuat banyak, dan bisa dilihat apa yang telah dilakukan pemerintah,” tegasnya.
Selain itu, SBY meminta kepada seluruh jajaran pemerintah daerah untuk bekerjasama dengan rakyat membangun wilayahnya dan tidak hanya berpangku tangan saja.
SBY juga mengkritik gaya hidup kalangan menengah ke atas yang selalu memboroskan BBM untuk kepentingan yang tidak perlu. Oleh sebab itu dia mengingatkan untuk semua kalangan agar saling menahan diri dalam menggunakan BBM.
”Harga BBM terus mengalami peningkatan, sebaiknya kita tidak melakukan pemborosan yang hanya membuat anggaran pemerintah semakin berat. Alangkah baiknya jika anggaran itu dialokasikan untuk peningkatan kesehatan, pendidikan dan pertanian,” jelasnya.
Hadir dalam kesempatan itu Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menteri Koperasi dan UMKM Suryadharma Ali, Menteri Agama Maftuf Basuni, sejumlah dirut bank BUMN dan sejumlah direksi perusahaan swasta papan atas.
-
1
Pingback on Apr 13th, 2008 at 8:21 pm
[...] Teguh Santosa - Politik, nasional, internasional [...]























November 3, 2008 at 5:39 am
banyak cerita… coba kalau yang mengkritik itu suruh jadi presiden, sanggup ga dia mensejahterakan rakyat yang emang udah lama dalam kemiskinan?
udah gitu, yang mengkritik justru yang udah pernah merasakan susahnya mengatur negara ini…
ada-ada aja….