HELEN Wong terkenang pertemuannya dengan Senator Illinois Barack Obama di kantor Senator Illinois, di Washington, D.C. bulan Mei 2006.

Kala itu dosen muda jurusan bahasa Inggris di Universitas Atmajaya, Jakarta, ini menjadi penterjemah dalam program community leader yang dikelola Heart Land, sebuah LSM kemanusiaan yang berkantor pusat di Chicago, Illinois.

Peserta program ini antara lain adalah pimpinan pondok pesantren, kepala sekolah, dokter umum, aktivis, dan suster. Mereka berada di Illinois beberapa hari untuk mempelajari toleransi dan gerakan demokrasi di Amerika Serikat dan dunia. Setelah menyelesaikan program di Ilinois, mereka mendapat kesempatan berkunjung ke kantor Senatorr Illinois di Washingto D.C.

Tulisan ini juga dimuat di www.myrmnews.com. Keterangan foto: Helen Wong (kacamata hitam) bersama teman-temannya di Shangri  La, Honolulu.

Setiap Kamis pagi, kantor senator Illinois dibuka untuk umum. Anggota masyarakat, khususnya yang berasal dari Illinois diberi kesempatan untuk berbicara dengan senator, mendiskusikan berbagai hal mengenai persoalan yang sedang terjadi di “kampung halaman”.

Sebelum berangkat ke kantor Obama, Presiden Heart Land, Karen A. Egerer, terlebih dahulu mem-brief Helen dan rombongannya, memberi tahu mereka rencana Obama mencalonkan diri dalam pemilihan presiden Amerika Serikat 2008.“Kami diberi tahu bahwa akan ada dua orang dari Partai Demokrat yang akan mencalonkan diri sebagai presiden, Hillary Clinton dan Barack Obama. Jadi ini kunjungan yang spesial.”

Saat sesi foto bersama, Obama menghampiri rombongan dari Indonesia, dan berkata dalam bahasa Indonesia yang sangat lancar, “O, ini dari Indonesia, ya.”

Pronunciation-nya bagus. Lidahnya tidak patah-patah, sangat lancar. Seperti native Indonesia. Tidak terdengar seperti kebanyakan orang asing yang berbicara dalam bahasa Indonesia,” cerita Helen yang kini menjadi asisten pengajar di jurusan bahasa Indonesia, University of Hawaii.

Sambung Helen, tentu saja kalimat-kalimat bahasa Indonesia yang dikeluarkan Obama tidak panjang. Hanya sepotong-potong. Namun sudah cukup memberi kesan bahwa Obama masih mengingat bahasa Indonesia.

Barack Obama yang lahir dan besar di Hawaii sempat tinggal di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, antara tahun 1969-1971. Di sana ia bersekolah di SD Besuki Menteng yang kini menjadi SDN 01 Menteng. Ketika itu, ibunya Stanley Ann Dunham menikah dengan laki-laki asal Surabaya, Lolo Soetoro, setelah bercerai dengan ayah Obama, Barack Husein Obama Senior, seorang laki-laki asal Kenya.

Obama melewati masa kecilnya di Jakarta dengan cukup bahagia. Beberapa temannya di SDN 01 Menteng mengenang Obama, yang ketika itu dipanggil dengan nama kecil Barry, sebagai sosok yang supel, senang bergaul, dan tidak sombong.

Awal Maret lalu, sekitar 20 teman sekelas Obama di SDN 01 Menteng mendirikan klub penggemar Obama. Mereka berharap Obama dapat menang dalam pemilihan presiden Amerika Serikat.

Jalinan emosi yang kuat inilah agaknya yang membuat Obama, walau menetap relatif singkat di Menteng, tapi masih mengingat bahasa Indonesia.