PEMERINTAH Amerika Serikat menyambut baik kabar kematian komandan Hizbullah, Imad Mughniyeh, yang tewas dalam sebuah serangan bom mobil di Damaskus, Syria (Selasa, 13/2).

Jurubicara Departmen Luar Negeri Sean McComarck, seprti dikutip BBC, mengatakan dunia akan lebih baik tanpa Mughniyeh yang digambarkannya sebagai pembunuh massa dan teroris.

Amerika Serikat menuding Mughniyeh sebagai salah seorang aktor intelektual dibalik gelombang serangan di Lebanon pada era 1980-an.

Namun demikain Sean McCormack mengatakan dirinya tidak tahu pihak mana yang bertanggung jawab dalam pembunuhan yang terjadi lewat tengah malam itu.

Adapun Hizbullah dan Iran menuding Israel-lah yang menghabisi nyawa Mughniyeh.

Pemerintah Syria juga mengecam tindakan pembunuhan yang menurut mereka sebuah aksi pengecut. Saat ini dinas inteleijen Syria sedang melakukan penyelidikan atas peristiwa itu.

Nama Mughniyeh sebelumnya berada pada urutan pertama dalam daftar “orang yang paling dicari” Amerika Serikat. Setelah serangan yang menghancurkan World Trade Center di New York bulan September 2001, nama Mughniyeh dan Hizbullah tergeser dari posisi puncak, digantikan Osama bin Laden dan Al Qaeda.

Pemerintah Amerika menuding Mughniyeh bertanggung jawab atas serangkaian penyerangan di Lebanon pada tahun 1983. Dalam serangan terhadap Kedutaan Besar Amerika Serikat dan markas PBB di Beirut ketika itu sebanyak 241 anggota Marinir Amerika dan 58 tentara Prancis tewas.

Pemerintah Amerika juga sempat menawarkan hadiah sebesar 5 juta dolar AS atau setara Rp 45 miliar bagi siapa saja yang bisa mendapatkan kepala Mugniyeh, yang juga dituduh terlibat dalam pembajakan pesawat komersial berbendera Amerika Serikat, TWA, di tahun 1985.

About these ads