Jyllands-Posten Cetak Ulang “Kartun Muhammad”

Posted on February 13, 2008

11


LAGI-LAGI Jyllands-Posten bikin ulah. Koran Denmark itu kembali menerbitkan kartun yang menghina Nabi Muhammad yang telah mereka terbitkan dua tahun lalu.

Pemuatan kartun itu di edisi cetak dilakukan satu hari setelah dinas rahasia Denmark, PET, menangkap sekelompok orang yang dituduh merancang penyerangan terhadap sang kartunis, Kurt Westergaard.

Akhir September 2005 Jyllands-Posten memuat 12 kartun mengenai Islam dan Nabi Muhammad. Dari ke-12 kartun itu yang dinilai paling memperlihatkan penghinaan adalah kartun karya Kurt Westergaard. Kartun ini menggambarkan seorang laki-laki yang mengenakan turban. Namun bukan dari kain, turban yang bertuliskan dua kalimat syahadat itu terbuat dari bom dengan sumbu yang menyala.

Kartun itu mengaitkan Islam dan Nabi Muhammad dengan aksi terorisme yang belakangan merebak menyusul serangan ke World Trade Center di New York tahun 2001. Lewat kartunnya Westergaard seolah hendak mengatakan bahwa Islam adalah agama yang mengajarkan kekerasan dan terorisme.

Pemuatan 12 kartun tersebut dua tahun lalu memicu gelombang protes keras dari kalangan umat Islam di banyak negara. Dan puncak gelombang protes terjadi usai musim Haji tahun awal 2006.

Setelah lama mengendap, kisah kartun Jyllands-Posten ini kembali muncul kepermukaan menyusul penangkapan dua orang Tunisia dan seorang warga Denmark keturunan Maroko yang disebut tengah merancang rencana membunuh Westergaard.

Di hari penangkapan itu, Selasa (12/2), Jyllands-Posten kembali memuat kartun Westergaard pada edisi online. Dan seperti diberitakan BBC, mereka memuatnya di edisi cetak hari ini (Rabu, 13/2).

Dalam edisi online Jyllands-Posten Westergaard mengatakan, lewat kartun itu dirinya bermaksud menjelaskan kepada masyarakat betapa ajaran Islam telah disalahgunakan oleh sekelompok orang yang lebih suka memilik jalan terorisme.

Sementara pemimpin redaksi koran itu, Carsten Juste, mengatakan pihaknya sejak beberapa bulan terakhir mengikuti penyelidikan yang dilakukan polisi dan dinas rahasia Denmark mengenai rencana penyerangan yang dilakukan komplotan itu.

“Kami berterima kasih kepada otoritas Denmark yang telah melindungi rekan kami secara professional,” katanya.

Adapun Westergaard, masih di edisi online Jyllands-Posten, mengatakan dirinya merasa takut ketika diberitahu tentang rencana pembunuhan atas dirinya.

“Tapi kini saya berubah dari takut menjadi marah,” ujar dia.

Posted in: BERITA, PRESS FREEDOM