Riset Ilmiah: Intervensi Amerika di Negara Muslim Gagal

Posted on February 12, 2008

3


AMERIKA Serikat mengalami kesulitan dalam menghadapi perlawanan dari kelompok Islam. Begitu kesimpulan sebuah studi yang dirilis hari Senin ini waktu Amerika (11/2), atau Selasa waktu Indonesia (12/2).

Laporan yang dikerjakan oleh The Rand Corp. itu menyebutkan bahwa intervensi dan pendudukan yang dilakukan Amerika Serikat di negara Muslim ternyata tidak tepat, kontraproduktif dan secara keseluruhan tidak punya dasar yang kuat.

Pemerintah Amerika disarankan agar fokus dan memprioritaskan pembentukan “pemerintahan sipil” dan membangun “kekuatan pertahanan lokal”. Laporan itu merujuk pada kegagalan Amerika Serikat di Afghanistan dan Irak.

“Kekerasan yang diperlihatkan ekstrimis di negara Muslim adalah ancaman terhadap keamanan yang sangat serius yang kini dihadapi Amerika Serikat,” ujar David C. Gompert yang memimpin penelitian sekaligus merupakan salah seorang peneliti senior di The Rand Corp.

“Karena ancaman ini kelihatannya akan tetap bertahan, bahkan cenderung bertambah besar, sangat penting bagi kita untuk memahami bahwa Amerika Serikat saat ini tidak memiliki kapabilitas yang cukup untuk menghadapi tantangan itu,” kata dia lagi seperti dikutip CNN

Pentagon sejauh ini tidak memberikan komentar atas laporan yang berjudul “Perang dengan Cara yang Lain: Membangun Kemampuan yang Lengkap dan Brimbang untuk Menghadapi Perlawanan.”

Penelitian itu juga menyoroti penambahan pasukan Amerika Serikat di Irak yang hingga kini sudah mencapai sekitar 30 ribu personel. Menurut Gompert, adalah sebuah kesalahan bila penambahan pasukan dianggap sebagai jalan yang efektif untuk menghadapi perlawanan.

Studi itu juga menyebutkan bahwa intervensi militer Amerika akan sangat berisiko dan mahal mengingat kelompok jihadis sangat dipengaruhi oleh doktrin agama yang dipahami secara ekstrem. Ditegaskan dalam laporan itu, intervensi militer dalam derajat yang begitu massif biasanya gagal.

The Rand Corp. juga merujuk pada 90 konflik yang terjadi sejak Perang Dunia Kedua. Mereka menyimpulkan bahwa membangung pemerintahan lokal yang representatif, kompeten dan jujur adalah jalan keluar yang paling baik.

“Kekuatan asing tidak bisa menggantikan pemerintahan lokal yang efektif. Sebaliknya, mereka hanya akan memperlemah legitimasi mereka (di negara yang diintervensi),” tambah peneliti The Rand Corp. lainnya, John Gordon.

Bersamaan dengan mendorong pembentukan pemerintahan yang efektif dan legitimated, para peneliti dalam laporan mereka menyarankan agar pemerintah Amerika melakukan beberapa hal seperti mengorganisasi, melatih dan mempersenjatai pasukan keamanan lokal. Juga mengumpulkan dan membagi informasi.

Advertisement
Posted in: BERITA