At the end of a rainbow
You’ll find a pot of gold
At the end of a story
You’ll find it’s all been told

But our love has a treasure
Our heart’s can’t always spend
And it has a story without any end

Tidak seperti di Jakarta, pelangi muncul setiap kali di Honolulu. Seperti siang tadi. Sudah sering kali saya menyaksikan ujung pelangi dari jendela kamar saya di lantai delapan Hale Manoa ini. Tetapi baru siang tadi saya tergerak untuk mengabadikannya, dan menuliskan sesuatu tentangnya.

Saking seringnya pelangi menampakkan diri di tempat ini, sampai-sampai selain disebut Aloha State, Hawaii juga dikenali sebagai Rainbow State atau Negara Pelangi. Begitu bangganya orang Hawaii dengan pelangi, sampai-sampai plat kendaraan mereka juga bergambar pelangi, deretan warna-warni yang melengkung.

Tadi siang mata saya kembali menangkap pelangi di luar sana. Di tempat yang, hampir bisa dikatakan, di situ-situ juga. Di lereng bukit, di antara rumah-rumah kayu.

Awalnya sang pelangi hanya terlihat seperti ini:

Samar karena terhalang oleh kawat kasa yang menutupi jendela saya. Sambil memandang pelangi itu, saya mulai menyanyikan lagu itu, At The End of A Rainbow. Bait pertamanya seperti di bagian awal tulisan ini. Disusul:

At the end of a river
The water stops it’s flow
At the end of a highway
There’s no place you can go

Lalu saya bergumam dalam hati, mengapa tak membuka kasa ini agar kali ini sang pelangi tampak jelas, dan angin yang bertiup agak kencang di luar sana bersama rintik hujan yang jatuh dapat menghantarkan udara dingin ke kamar ini?

Kasa pun saya buka. Dan pelangi tampak semakin jelas.

But just tell me you love me
And you are only mine
And our love will go on ’til the end of time

Angin bertiup masuk ke kamar saya. Satu jepretan lagi, lalu saya kembali asyik dengan kumpulan makalah teori negara yang mesti saya baca untuk menyelesaikan paper di kelas POLS 610. Setelah beberapa lama kembali tenggelam dengan bacaan, saya mendongakkan kepala lagi. Udara semakin dingin. Di ujung sana, sang pelangi masih berdiri. Tapi kini, kabut mulai menutupi bukit, dan bergerak ke arah Hale Manoa.

Dan, hey, kini sudah ada dua pelangi. Satu lagi tak begitu jelas. Tapi cukup tampak. Lalu, jepret. Satu jepretan lagi.

At the end of the rainbow
You’ll find a pot of gold
At the end of a story
You’ll find it’s all been told

But our love has a treasure
Our heart’s can’t always spend
And it has a story without any end

Kurang puas, saya ubah menu kamera, dan nge-zoom sedekat mungkin.

Kini ia tampak begitu dekat. Dan saya baru sadar ujung sang pelangi bukanlah di pinggir rumah yang berjejer di lereng bukit. Tapi di pepohonan yang hanya berjarak beberapa meter dari Hale Manoa.

Mungkin sedikit norak. Tetapi buat saya ini luar biasa.

At the end of a river
The water stops it’s flow
At the end of a highway
There’s no place you can go

But just tell me you love me
And you are only mine
And our love will go on
‘Til the e-end of time
‘Til the end of time …