Mengenang Malam Jahanam (5)
29 Sep 2007 24 Comments
in BERITA, MALAM JAHANAM
Oleh: Harsutejo
GERWANI
Gerwani (Gerakan Wanita Indonesia) didirikan pada 1954, sedang cikal bakalnya sudah berdiri pada 1950. Organisasi ini sangat aktif sampai tragedi 1965, terutama di kalangan rakyat kecil dari perkotaan sampai pedesaan. Para pemimpin Gerwani terdiri dari kaum intelektual cerdik pandai maupun kaum aktivis buruh dan tani. Mereka telah menghimpun kaum perempuan untuk berjuang bersama kaum laki-laki merebut hak-hak sosial politiknya.
Di bidang pendidikan mereka telah mendirikan sekolah Taman Kanak-kanak, utamanya untuk kalangan tak berpunya dengan bayaran kecil maupun gratis di seluruh pelosok negeri. Gerakan ini juga giat mendirikan tempat penitipan anak-anak bagi ibu pekerja dengan bayaran ringan maupun gratis. Gerwani merupakan organisasi kaum perempuan paling luas menjangkau seluruh pelosok Jawa khususnya. Mereka memberikan pendidikin kesadaran akan hak-hak perempuan termasuk hak-hak politik dan kesadaran politik. Mereka aktif juga dalam kesenian, kursus masak-memasak, pemeliharaan bayi dan anak, kesehatan perempuan dan anak-anak. Pendeknya organisasi ini telah melakukan pemberdayaan perempuan di seluruh kalangan, utamanya kaum buruh dan tani serta kaum pinggiran, sesuai dengan cita-cita Ibu Kartini. Gerwani ini pula yang menjadi primadona sasaran fitnah keji rezim militer Orba dengan segala macam dongeng horornya. (Lihat Lubang Buaya).
Pertama-tama propaganda hitam Orba pada 1965 dimulai dengan menyerang Gerwani habis-habisan sebagai bagian dari serangan terhadap PKI. Rusaknya nama dan porak porandanya organisasi perempuan ini berarti rusak dan lumpuhnya separo organisasi kiri Indonesia. Setelah itu dilakukan serangan fisik terhadap PKI dan seluruh organnya sebagai bagian penumpasan lebih lanjut pada 1965/1966. Tidak aneh jika kekejaman terhadap tapol perempuan anggota Gerwani maupun yang didakwa Gerwani dilakukan dengan amat kejamnya, sering lebih mengerikan karena harkat perempuannya. Seperti disebutkan dalam studi Dr Saskia Eleonora Wieringa, mungkin tak ada rekayasa lebih berhasil untuk menanamkan kebencian masyarakat daripada pencitraan Gerwani sebagai gerakan perempuan kiri yang dimanipulasi sebagai “pelacur bejat moral”. Kampanye ini benar-benar efektif dengan memasuki dimensi moral religiositas manusia Jawa, khususnya kaum adat dan agama.
Kaum perempuan tidak hanya mengalami penderitaan karena diciduk, ditahan, dipenjarakan, dibuang, disiksa, tetapi juga ditelanjangi dan diperkosa bergiliran dan dilecehkan martabat kemanusiaannya, dihancurkan rumahtangganya, pendeknya mereka mengalami penderitaan luar biasa lahir dan batin. Perkosaan telah menjadi kecenderungan umum para petugas keamanan ketika berhadapan dengan tapol perempuan. Sering pelecehan seksual dan perkosaan terhadap tapol perempuan menyebabkan kehamilan dan yang bersangkutan melahirkan di tempat tahanan.
Penderitaan itu menjadi lebih lengkap lagi karena mereka melihat kehancuran keluarga dan nasib anak-anaknya, terpisah-pisah di tempat yang berbeda-beda dengan kondisi terpuruk yang berbeda-beda pula dengan perlakuan buruk negara dan masyarakat yang diprovokasi. Tak jarang para ibu ini telah kehilangan jejak anak-anaknya selama bertahun-tahun setelah dibebaskan dari penjara, bahkan sebagian sampai saat ini. Tak jarang pula setelah orangtua mereka dibebaskan, anak-anak yang berkumpul kembali dengan orangtuanya, terutama dengan ibunya, anak-anak memusuhi dirinya karena merasa menjadi korban perbuatan ibunya, suatu penilaian amat tidak adil. Itulah salah satu buah indoktrinasi menyesatkan rezim Orba selama bertahun-tahun yang sangat merusak.
Suami seorang perempuan kembang desa di Purwodadi yang anggota BTI ditangkap pada November 1965, kemudian dibuang ke Pulau Buru. Setiap malam sang isteri kembang desa ini digilir diperkosa oleh pamong desa setempat, tentara, pentolan ormas agama dan nasionalis. Bahkan suatu kali datang seorang tokoh penjagal kaum komunis yang ketika malam datang menidurinya dengan pakaian berlumuran darah dan kelewang yang besimbah darah pula. Ini bukan dongeng horor model Lubang Buaya, tetapi sejarah horor, sejarah hitam legam kaum militer Orba sebagai panutannya yang telah menciptakan kondisi dan konsep kebuasan tersebut. (Baca buku John Roosa cs [ed], Tahun yang Tak Pernah Berakhir, Elsam, Jakarta, 2004).
Sungguh nama baik Gerwani yang telah mengabdikan dirinya untuk Ibu Pertiwi dan rakyat kecil umumnya itu, sebagai kelanjutan cita-cita Ibu Kartini telah dinodai dan dirusak habis-habisan dengan fitnah jahat tiada tara. Dengan upaya bersama semua pihak yang peduli, terlebih lagi kaum sejarawan dan aktivis perempuan, hari depan negeri ini akan memberikan tempat yang layak bagi Gerwani dalam sejarah bangsa.















Dec 28, 2007 @ 05:23:46
apapun upaya pembongkaran “fakta” yang dilakukan, sejarah tidak akan berubah. hanya saja, kesadaran untuk memandang lebih bijak pada apa yang terjadi pada waktu itu dan waktu sekarang perlu untuk ditumbuhkan dengan menampilkan sisi lain dari apa yang telah kita pahami sebagai kebenaran.
saya lihat ada sebuah buku baru tentang Gerwani terbitan sarasvati jogjakarta. jika hendak membuka kesadaran pandang sebagaimana saya utarakan di atas, silakan baca. ini bukan pomosi (saya bukan bagian apapun dari penerbit itu, kecuali saya sebagai teman dari direkturnya yang kebetulan tertarik dengan topik seputar indonesia 65).
Feb 27, 2008 @ 04:24:32
HAM waktu itu belum berlaku..sudah rahasia umum itu terjadi jd banyaklah bertobat dari kelakuan yg keji dahulu wahai aparat yg merasa PAKAI
Jan 22, 2010 @ 11:01:03
emg perlu yah HAM? Org2 islam dari +1400an thn yg lalu ga pke kta HAM utk memuliakan wanita,tp liat betapa di hargainya wanita dengan AKHLAK.. peace
negara yg mengagung2kan HAM mengapa mnjadi negara yg plg melanggar HAM?? hehe…
memang conspiracy negara ini menjadi conspiracy busuk semasa jabatan ‘cing Ato’. Arah intelejen ke-barat2an (ingat2 lg smua agen dikirim ke afganistan yg notabene slh satu tmpt konsentrasi CIA di Asia). Militer-pun militer warisan KNIL..wajar mereka menjadi berdagang dan ga ada rasa kebangsaannya. tentara campur pedagang???
Feb 27, 2008 @ 12:56:12
@daffa
terimakasih atas komentar-komentarnya… terimakasih sudah mampir..
Mar 18, 2008 @ 06:20:00
Wew!! emang keji bgt perbuatan manusia biadab itu. K sebagai kaum perempuan merasa sangat prihatin. tapi alhamdulillah tulisan ini dapat menjadi reverensi K dalam memperdalam pengetahuan sejarah Gerwani. K akan memperjuangkan kaum wanita. BRAVO JAS MERAH
Aug 31, 2008 @ 12:21:56
semenjak membaca “suara perempuan korban tragedi ’65 ” ita f nadia saya baru sadar betapa kejam nya tentara…dan ORBA umum nya,buku ini saya baca ber ulang2 kepingin rasa nya saya bertemu dan memberi sekadar bantuan pada ibu2 itu atau keluarga nya yg masih dalam ke susahan sebenar nya sih dari kisah teman2 dari aceh ,memang saya sudah tau betapa kejam nya tentara2 /herder2 biadab itu saat pembasmian GAM..tapi tak menyangka kalau herder2 itu mampu melakukan pada perempuan yg lemah ,padahal toh ibu nya kan perempuan juga…..sekalian,tolong di beri tahu tahu alamat2 untuk menyalur kan sumbangan sekadar nya tanda turut prihatin
teuku mustafa
Villa No 330 RasGas Housing,Al-khor
State of Qatar,Doha
PO Box.22166
Aug 16, 2009 @ 14:23:52
siapapun yang menjadi korban `65 merupakan tumbal. jika “kita tidak berbuat salah dan divonis berbuat salah” bagimana rasanya?sakit bukan?…apalagi mereka yang “dicap bersalah”…..mari ingatan individu dibangun kembali kemudian menjadi ingatan kolektif…dan semoga menjadi ingatan bangsa…..
Nov 30, 2009 @ 14:42:13
tidak semua anggota gerwani terlibat dlm kekejaman tsbt dan ada banyak orang yg sekedar terbuai iming pki yg menjadi korban
Nov 30, 2009 @ 18:10:28
Apapun kata orang.Gerwani tetaplah organisasi komunis.Ideologi yang tidak pantas untuk negeri ini.Harus diingat peristiwa yang sadis yg dilakukan komunis?Peristiwa bandar betsi?Kepala peltu soedjono dicangkul?Komunis adlh idiologis paling biadab.Hati2lah pada neo komunis!
Feb 28, 2010 @ 07:13:26
Sdr Andika Yth. Apakah ada familie/saudara yang dibunuh oleh orang komunis ? Ataukah sdr Andika melihat sendiri bagaiman peltu soejono dicangkul kepalanya oleh orang2 komunis.? Saya chawatir kalau saudara atau saya hanya mendengar atau membaca di koran/atau majalah.Sampai achirnya kita anti sama komunis. Tapi th 1965/1966 adalah ceritra/kejadian lain adanya.Saya bukan orang komunis, tapi saya tahu bagaimana orang2 jawa yang bekerja di perkebunan dihabisin oleh2 orang2 yang ganas dimana waktu itu di Ind ada genoside. Dan korbannya adalah orang2 komunis. Mereka menyerahkan diri, mereka kita giring ke penjara2, dan setiap malam kita bunuhin di pinggir kali, atau di kebun2. Malah menurut pengertian jihat ( saya sendiri muslim) kita harus ber hadap2an perang.Dlm hal ini kita sudah menang, karena mereka menyerah saja. Malah ada dua bersaudara, kakaknya (seorang pemuda rakyat) menyerah dipangku oleh adiknya(seorang ansor ) untuk lehernya disembelih . Ini adalah kejadian betul2 terjadi.Oleh karena itu saya sangat saluut/ respect kpd Gus Dur yang menyatakan bhw jangan bangga sebagai orang muslim membunuhin orang2 komunis yang tidak bersalah.Beliau achirnya minta maaf kpd mereka/golongan yang disunamikan. Sebetulnya saya banyak ceritera/melihat sendiri, bagaimana penderitaan mereka yang disebut golongan komunis di indonesia pada waktu itu.Lebih kurang tiga juta komunis/sukarnois yang tergilas oleh revolusie.Ini semua karena kehebatan cia/amerika bagaimana caranya menghancurkan komunis di Ind tanpa ada satu serdadu amerika terbunuh, tanpa ada satu bom napalm yang jatuh di Ind, tanpa ada satu letupan senjata amerika di Ind. Lain halnya amerika menghadapin vietnam.Kita harus terima kasih kepada pak Harto, dng bisa menghancurkan ideologie/ jasad komunis, sekaligus diaminin dan direstuin oleh amerika..
Jun 08, 2010 @ 11:02:35
UHUM… WHAT SOEHARTO DID ON OCTOBER 1965 WAS NOT REVOLUTION IT WAS PURE MILITARY COUP D’ETAT PERIOD !
Jun 08, 2010 @ 11:05:07
LOOOL…. I PREFER FOR BEWARE OF FUCKIN’ NEO “ORDE BARU” !!!! U CAN KISS SOEHARTO’S CORPSE ASS BITCH !!!
Dec 07, 2009 @ 18:37:33
Apakah ada buku-buku lainnya yang bercerita ttg perlakuan yang tidak manusiawi terhadap TAPOL wanita (eks GERWANI) yang telah dilakukan oleh TNI pada waktu itu, selain buku “suara perempuan korban tragedi ‘65 ” tulisan dari ita f nadia? Bila ada, mohon referensinya… Terima-kasih.
Feb 26, 2010 @ 13:22:21
buku paling lengkap oleh saskia wieringa, bisa didownload pdfnya: http://www.syarikat.org/download/KuntilanakWangiSaskia.pdf
ada satu lagi, cukup tebal “penghancuran pergerakan perempuan di indonesia” oleh penulis yang sama.
referensi yg lain bisa dibaca: the indonesian killings 1965 – 1966 – pembantaian pki di jawa dan bali – robert cribbs.
kadang saya sering berhenti, ketika membaca, karena harus menguatkan diri pada bab-bab tertentu yang kekejamannya saya kira tidak pernah dapat dilakukan oleh manusia.
Jun 04, 2010 @ 07:39:17
G 30S/PKI,,,banttai ajjah
Jun 08, 2010 @ 10:59:19
ELO+KELUARGA TUH YANG BAKAL DIBANTAI…. (AMA FPI,MMI,HTI)…KALO UDAH KEJADIAN BARU MEWEK DAH….YOU DAMN ORBA’S WHORE !!!!
Jun 15, 2010 @ 14:27:06
Sdr Enno yth,
Apa ada saudara atau famillie yang dibantai oleh orang komunis. ?
Kok kebencian/antipatie thd mereka yang menjadi tumbal negara Ind sampai harga mati. Bukankah yang membunuh general2 kita waktu itu adalah tentara juga ?
Kata bantai itu sepertinya nyawa orang dibuat permainan.
Padahal kalau kita masih sebagai manusia, membantai sesama umat manusia adalah berdosa. Dilihat dari kacamata hukum apapun . Kalau engkau diperlakukan dng kebiadaban, jangan dibalas dng kebiadaban tapi balaslah dng keadilan.
Jul 23, 2010 @ 23:33:32
sesungguhnya darah pki itu halal diminum dan wajib dibasmi seperti basmi tikus yang sumber penyakit.yang mo debat nih nr gua:021-97902688.umar gople pemberantas pki dan simpatisannya
Jul 23, 2010 @ 23:34:16
sesungguhnya darah pki itu halal diminum dan wajib dibasmi seperti basmi tikus yang sumber penyakit.yang mo debat nih nr gua:021-87902688.umar gople pemberantas pki dan simpatisannya
Jul 28, 2010 @ 09:18:00
Asslamualaikum,..kpd yg terhormat habib umar, anda jangan menyebarkan rasa kebencian karena bkn saudara saja yg muslim ttpi cara pandang saudara yg tidak ada di hadis dan ayatnya di alquran,anda perdalam lagi belajar kitab kuningnya. karena membunuh itu hukumnya dosa besar baik membnh komunis atau bkan komunis.jangn keseret ke lngkaran politik,krn politik itu kjam.Fitnah lbh kjam dari pmbnhan. jadi lbh baik diam dari pd bicara yg tdk ada pegangan alqran dan hadisnya.jangn menghukum sesama manusia karena itu adalah cri2 orang yg sombong.
Jul 30, 2010 @ 05:09:47
Inilah yang saya anggap kehebatan orde baru untuk menggiring orang/kita untuk anti komunis/sukarnois.Dng pernyataan Tuan Alhabib Umar itu jelas
bertolak belakang dng pandangan Nabi Muhamad SAW, dimana beliau menolong anak2 yatim/piatu, bukannya malah kita membuat anak2 itu menjadi yatim/piatu karena orang tuanya komunis/sukarnois yang harus kita sembelehin. Benarkah mereka orang2 komunis/sukarnois itu menyerang islam,tidak.Justru mereka yang solider dng Palestina yang tertindas itu.Justru mereka yang anti kapitalis, anti imperialis dan anti kolonialis sejak dulu kala. Empat puluh lima tahun yang lalu, yang membunuh jendral2 kita adalah tentara.Orang2 komunis/sukarnois hanya jadi tumbalnya,mereka semua menyerah tidak ada perlawanan, Mereka tidak mengerti sama sekali/ yang ada hanyalah kebodohan belaka. Masya Allah. Ampunilah ya Tuhan kita tidak mengerti apa yang kita ucapkan dan kerjakan.
Jul 30, 2010 @ 05:41:10
pki itu kejam makanya didunia ini sudah dihapuskan.maka jangan coba2 hidupkan pki baru di indonesia ini.banyak cara yang dibuat menumbuhkan ideologi komunis secara terselubung dengan memutar balikkan fakta kepada generasi muda.Negara komunis aja sudah pada hancur akibat jeleknya pemerintahan komunis terhadap rakyatnya….go to hell comunist…….
Jul 30, 2010 @ 16:24:05
Ya jelas , kita sendiri tidak mau menjadi komunis, atau menghidupkan komunis.Sama sekali tidak.. Mereka berseberangan dng kita, ttg ideologienya. Lihat saja itu korut,cuba dlsb, yang ada hanya penderitaan dan penderitaan,paksaan dan kekerasan.Kita sebagai orang yang beriman, dimana
kita mengedepankan cinta kasih terhadap sesama, nabi Muhamad SAW sebagai keblat kita .Hanya satu hal yang harus kita sesalkan, yaitu cara untuk
menanggulangi komunis yaitu kita sebagai manusia menghilangkannya mereka lebih kejam dari komunis itu sendiri. Kita dahulu menghakimi mereka tidak dng kemanusiaan, tetapi dng kebiadapan. Dimana ada keadilan untuk manusia ?Masya Allah.