GUBERNUR Banten, Ratu Atut Chosiyah, dikabarkan akan berangkat ke Hawaii untuk mengikuti sebuah seminar mengenai penanganan tsunami. Rencana kunjungan ke Hawaii itu disampaikan Atut pekan lalu. Kata Atut seminar itu akan digelar tanggal 23 Agustus ini di Hawaii, dan dia diundang oleh Gubernur Hawaii, Linda Lingle.

Atut berharap perjalanannya ini tidak diributkan. Sebanyak 17 pejabat Provinsi Banten juga akan menemani Atut. Mereka antara lain Bupati Serang Taufik Nuriman, Sekretaris Daerah Banten Hilman Nitiamidjaja, Kepala Biro Pemerintahan Banten Syafrudin Ismail, Kepala Biro Humas Banten Eneng Nurcahyati, Kepala Biro Perlengkapan Agus Randil, Asisten Daerah I Asmudji, dan Staf Ahli Bupati Serang Iwan Kusuma Hamdan.

Atut menilai seminar mengenai tsunami itu penting untuk dihadiri. Seperti Hawaii, sebut dia, Banten juga rentang terhadap ancaman tsunami. Dan, sambungnya, “Ini suatu kehormatan. Apalagi biayanya juga ditanggung mereka (pemerintah Hawaii),” kata Atut.

Rencana kedatangan Ratu Atut dan rombongan mulai dibicarakan oleh mahasiswa Indonesia di Hawaii. Dalam milis Persatuan Mahasiswa Indonesia di AS (Permias) Hawaii Chapter seorang anggota milis menyerukan agar kunjungan itu diawasi.

“Apakah benar mereka kesini seminar atau sekadar jalan-jalan. Dengan jumlah 17 orang dalam rombongan, kecenderungannya untuk datang ke seminar di ragukan.

Kalau bisa di lakukan candid foto seperti yang rekan-rekan kita lakukan di Belanda terhadap para anggota DPR (beberapa waktu lalu).”

Mahasiswa da warga Indonesia di Hawaii diminta siap-siap di sekitar tanggal 23 Agustus.

“Siap-siap dengan perangkat fotografinya, jaga-jaga di tempat-tempat perbelanjaan, terutama yang ber-merk, atau mungkin di rombongan ini ada yang coba-coba mau pakai bikini di Waikiki?”

Anggota milis ini berharap agar kegiatan “berburu” Ratu Atut dan rombongan ini dapat dijadikan sebagai kontrol masyarakat terhadap pemerintah.
Juga disebutkan bahwa dalam situs resmi pemerintah Hawaii sama sekali tidak ditemukan informasi mengenai rencana Gubernur Lingle membuka seminar tsunami dalam waktu dekat.

“Atau memang ini cuma seminar kacangan yang Gubernur Lingle pun tidak diundang untuk membukanya?” tanya anggota milis ini, sambil menerakan emoticon smiley.

Hmm, usul yang menarik… Ayo, serbu… :)

Ini yang saya tahu: bulan Juni lalu Gubernur Linda Lingle ke Jakarta, bertemu dengan Wapres JK dan Menhan Juwono Sudarsono. Dalam kunjungan itu, Lingle menginisiasi program kerjasama dengan pemerintah Indonesia dalam penanganan bencana alam. Sebulan sebelumnya, delegasi TNI sudah berada di Hawaii untuk menjajaki kemungkinan itu.

Inti perjanjian itu, pemerintah Hawaii akan memberikan pelatihan bagi anggota TNI sebagai pendukung otoritas sipil dalam hal menghadapi bencana alam. Selain TNI, program kerjasama ini juga ditujukan bagi kelompok lain. Sebagai sesama negara kepulauan yang menghadapi persoalan2 alam yang serupa (sama-sama di ring of fire, misalnya) Indonesia dan Hawaii merasa perlu membagi pengalaman satu sama lain. Perjanjian kerjasama itu diumumkan oleh Lingle dan Juwono di kantor Menhan.

Sehari sebelum Lingle kembali ke Hawaii, saya sempat ngobrol dengan dia mengenai hal ini. Dia juga menyempatkan diri memuji perkembangan politik di Indonesia yang memungkinkan wanita menduduki jabatan-jabatan politik prestisius. Dia menyebut nama Ratu Atut sebagai salah satu contoh partisipasi politik kaum wanita di tanah air. Sebagai sesama politisi, tentulah dia tidak mau mengomentari persoalan moral hazzard dalam proses pilkada di Banten. Ini mungkin mengikuti prinsip hidup yang kerap ditulis di belakang bus Damri: sesama pengemudi dilarang saling “meludahi”. :)

Saya juga sudah bertemu dengan Menhan Juwono dan menanyakan tentang hal itu.

Adapun soal seminar di Hawaii bulan ini, saya belum tahu. Tetapi besok saya akan hubungi teman yang bekerja di kantor Lingle. Semoga ada konfirmasi. Untuk sementara informasi dari website resmi pemerintah Hawaii kayaknya dapat diandalkan.

Nah, hal lain yang saya tahu, sudah jadi rahasia umum bahwa studi banding, seminar dan sebagainya yang dilakukan oleh pejabat negara seringkali lebih diwarnai oleh aktivitas jalan2. Tapi kalau mereka ditanya, sebelum berangkat atau sesudah kembali ke tanah air jawabannya serius banget. Seakan mereka serius memikirkan dan berbuat untuk bangsa dan negara…

Jadi, ayo berburu Ratu Atut…

About these ads