Termez yang Berubah

1106 (iii)
TERMEZ adalah kota militer. Di masa Uni Soviet dulu, jalan-jalan di Termez dipenuhi ratusan tank dan senjata artileri lainnya, lalu tentara berdiri siap siaga di mana-mana. Markas tentara dibangun di sekitar sumah penduduk. Saking banyaknya, jarak satu markas tentara dengan markas tentara berikutnya bisa jadi hanya 500 meter.

Setiap hari ada saja suara tembakan yang terdengar. Entah tembakan ke arah Afghanistan, atau hanya latihan perang.

Sejak sepuluh tahun terakhir suasana di Termez berubah. Bendera merah bergambar palu arit kepunyaan Uni Soviet telah diganti dengan bendera biru putih hijau milik Uzbekistan. Poster Lenin dan Stalin sama sekali tidak terlihat lagi. Sebagai gantinya di mana-mana terpampang wajah Presiden Uzbekistan Islam Karimov yang sedang tersenyum atau wajah Amir Timur, peletak dasar negara di Uzbek, yang tengah berdiri dengan tatapan dingin nan gagah.

Bangunan-bangunan berbau Eropa atau Rusia yang ada di Termez dipermak. Beberapa bagian dari bangunan itu dirubah. Diberi sentuhan peradaban timur dan Islam.

Nama-nama jalan yang berbau Rusia, Komunisme atau Eropa juga diganti dengan nama-nama indah dari peradaban Timur, Islam dan Asia. Anda tidak akan menemukan jalan bernama Kalr Marx atau Maxim Gorki. Baik di Termez ataupun di Tashkent. Sebagai gantinya Anda mungkin akan menemukan jalan bernama Imam Bukhari atau Sultan Daulat dan sebagainya.

Namun, ada satu yang tidak berubah di Termez. Yakni, fungsi bangunan. Gedung sekolah di jaman Uni Soviet tetapi dijadikan gedung sekolah di jaman Uzbekistan sekarang. Begitu juga dengan apartemen, pemukiman penduduk, dan tentunya, markas tentara.

Markas tentara masih berada di mana-mana. Masih terselip di antara rumah-rumah penduduk. Mungkin Anda mengira sebuah bangunan adalah dapur sebuah keluarga. Jangan kaget, kalau itu adalah pos tentara, dan seorang tentara bisa jadi tengah siap siaga di dalamnya.

Setiap detik Anda melihat tentara di Termez. Mereka berkeliaran di mana-mana. Bisa jadi, saat sekelompok anak tengah bermain bola plastik di tengah jalan desa, seorang tentara berseragam loreng cokelat dan menenteng Kalashnikov melintas sambil mengendarai sepeda. Itu pemandangan sehari-hari di Termez.

Nah, karena begitu banyaknya fasilitas dan instalasi militer di Termez, kantor Hokimiyat atau Wali Kota Termez sama sekali tidak menerbitkan peta kota. Paling tidak, peta itu tidak beredar di tangan orang awam.

Di Hotel Surkhon, hotel terbesar di Provinsi Surkhandariya ini pun Anda tidak menemukan peta kota Termez. Kalau tidak percaya, tanyalah petugas hotel di Jalan At Tarmizi itu. Dia akan menggeleng-gelengkan kepala sambil mengatakan sesuatu dalam bahasa Uzbek. Artinya, kami tidak punya peta kota Termez.

Tidak satu wartawan pun yang memiliki peta Termez. Tidak terhitung sudah berapa banyak cerita wartawan kesasar di kota ini. Seharian keliling kota hanya untuk mengunjungi sebuah mahala atau pemukiman, misalnya.

Kalau dalam peta bangunan militer diberi warna hijau, maka dalam peta Termez semua bangunan pasti berwarna hijau. Demikian kelakar kesal para wartawan. [t]

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s