Shopulatov Belajar dari Timor Timur

1106 (iv)
SHOPULATOV Jurobek, seorang mahasiswa Termez Davlat Universiteti, tahu banyak soal Indonesia. Dia tahu Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang punya sekitar enam belas ribu pulau. Dia tahu Indonesia memiliki begitu banyak suku bangsa dan beragam keyakinan beragama. Dia tahu Indonesia bertetangga dengan beberapa negara di Asia Tenggara, juga Australia dan Papua New Guinea.

Shopulatov juga tahu beberapa peristiwa dalam sejarah Indonesia. Dengan lancar mahasiswa jurusan Bahasa Inggris ini menceritakan penjajahan Portugis, Inggris, Belanda dan Jepang di Indonesia. Dia tahu proklamasi kemerdekaan Indonesia dibacakan Soekarno dan Muhammad Hatta tanggal 17 Agustus 1945 di Jakarta.

Shopulatov juga tahu soal Timor Timur. Katanya kepada saya, pemerintah Uzbekistan ini harus belajar dari kejadian itu. Saya tidak mengerti apa maksud laki-laki berusia 21 tahun ini.

Lalu Shopulatov mulai bercerita. Sekitar 1974 sampai 1975 Amerika dan negara-negara Barat mendesak Indonesia untuk menduduki Timor Timur setelah ditinggalkan oleh Portugal. Kata Amerika saat itu, kalau dibiarkan, Timor Timur akan jadi pusat perkembangan ajaran komunis yang luar biasa. Selain mengancam politik dalam negeri Indonesia, Timor Timur juga akan mengancam wilayah Asia Pasifik.

Shopulatov tahu bahwa pemerintah Indonesia saat itu tengah menggunakan isu anti komunisme untuk menegakkan kekuasaan. Wajar dan dapat diterima akal kalau Indonesia kemudian mengikuti saran Amerika dan negara-negara Barat itu.

Timor Timur diduduki. Amerika dan sekutunya berterima kasih. Indonesia mendapat penghargaan sebagai negara yang peduli akan nasib umat manusia di dunia. Indonesia dipuji sebagai negara yang dengan gagah berani mengalahkan kepentingan komunis di Asia Pasifik.

Tetapi, lanjut Shopulatov, setelah program pembangunan di Timor Timur berantakan, Amerika buru-buru cuci tangan. Amerika balik menuding Indonesia sebagai negara yang menjajah kemerdekaan bangsa lain di muka bumi. Tudingan Amerika diikuti pula oleh negara-negara sekutunya. Tiba-tiba di mata dunia Indonesia menjadi penjahat perang.

Shopulatov tahu bahwa Timor Timur telah merdeka setelah mayoritas kertas suara dalam referandum tahun 1999 menyatakan dukungan pada kemerdekaan dan pemisahan diri dari Indonesia. Sekarang politisi Timor Timur tengah mengupayakan perampungan konstitusi mereka dan akan segera memilih presiden pertama mereka. Xanana Gusmao kemungkinan besar akan memenangkan pemilihan presiden pertama Timor Timur, kata Shopulatov.

Sampai sekarang, kalau kasus Timor Timur ini disinggung di forum-forum internasional, diplomat Indonesia hanya bisa menunduk tak tahu apa yang harus dikatakan. Di mata dunia posisi politik Indonesia tidak bisa dikembalikan ke tempat terhormat seperti sebelumnya.

Lalu pelajaran apa yang harus diambil Uzbekistan dari Indonesia, tanya saya.

Bisa jadi Uzbekistan pun akan dijadikan seperti Indonesia. Saat ini Uzbekistan dirayu untuk mendukung kampanye perang Amerika melawan Afghanistan yang disebut sebagai terorisme internasional. Uzbekistan dipaksa memberikan dukungan penuh pada rencana serangan Amerika ke Afghanistan dari Termez.

Kalau nanti ada apa-apanya, kata Shopulatov, Uzbekitan akan disalahkan. Seluruh dunia akan menghujat Uzbekistan sebagai penjahat perang. Kemerdekaan Uzbekistan yang baru berusia sepuluh tahun ini akan tercabik-cabik hanya karena mengikuti nafsu serakah Amerika.[t]

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s