1106 (ii)
KEBUN binatang di Jalan Normansky, Termez, belakangan ramai dikunjungi wartawan asing. Berdiri sejak tahun 1939, kebun binatang ini berada tepat di garis perbatasan dua negara. Dua negara yang tengah berkonflik pula.

Kabar tentang kebun binatang di Jalan Normansky dibawa oleh wartawan Italia ke Hotel Surkhon, tempat para wartawan asing menginap selama menunggu kemungkinan masuk ke wilayah Afghanistan. Roberto di Caro, nama wartawan Italia itu, menjanjikan unta tanpa punuk, juga singa kurus tanpa semangat. Masih ada lagi, dua ekor anjing dalam sebuah sangkar yang mungkin saja tadinya dibuat untuk seekor kera.

Informasi yang jauh lebih menarik adalah: dari kebun binatang itu kita dapat mengamati wilayah Afghanistan. Lengkap dengan sungai Amu Darya.

Sejak pembukaan Jembatan Persahabatan yang melintasi Amu Darya ditunda, wartawan asing seolah berlomba menemukan tempat yang bisa dipakai untuk mengintip wilayah Afghanistan.

Nah, di kalangan wartawan akhirnya Roberto di Caro dianggap sebagai penemu kebun binatang di Jalan Normansky. Ketika menceritakan “temuannya”  belasan wartawan berdiri mengelilingi Roberto di Caro. Setelah itu, setiap kebun binatang di Jalan Normansky dibicarakan, nama wartawan berusia 48 tahun ini harus disertakan sebagai penemu.

Saya mengunjungi kebun binatang di Jalan Normansky Senin pagi lalu (5/11). saat itu engunjungnya hanya beberapa orang. Maklum, ini bukan hari libur. Di pintu gerbang seorang ibu menyodorkan karcis masuk dan menjelaska menjelaskan rute yang sebaiknya saya lalui.

Kebun binatang itu tengah direnovasi.

Jumlah binatangnya tidak banyak. Saya kira jumlah orang yang merenovasi kebun binatang masih lebih banyak dari jumlah semua binatang yang ada di sana.

Sebuah bangunan tua yang cet biru di dindingnya sudah pudar berdiri di sayap kanan. Pintu dan jendelanya hampir tidak berdaun dan terbuka begitu saja. Bangunan itu memiliki beberapa ruang. Bukan mustahil bila bangunan itu dulunya merupakan markas tentara. Karena Termez, sekali lagi, adalah kota militer. Markas tentara berada di sekitar rumah-rumah penduduk. Ketika ditangkap di Desa Kerpichny, saya baru sadar kalau saya salah tempat. Sebuah markas tentara berada tidak jauh dari tempat saya mengambil foto. Tadinya saya kira itu adalah rumah penduduk sipil.

Di sebuah ruangan seluas empat kali empat meter persegi di dalam gedung biru itu ada lima kandang ular. Seekor ular phyton diletakkan dalam sangkar yang luasnya dua meter persegi dengan ketinggian tidak lebih dari setengah meter. Di sebelah sangkar pertama, seekor ular melingkar di dalam sangkar yang sebenarnya adalah lemari kaca berpintu dua.  

Masih di bangunan yang sama, saya mampir ke sangkar burung, sebuah ruangan seluas dua kali empat meter persegi dengan pintunya berterali besi, kokoh. Sepintas persis ruang tahanan.

Sayang sekali, ketika saya mengunjungi kebun binatang di Jalan Normansky tembok panjang sudah menutupi sisi selatan. Saya hanya bisa melihat langit Afghanistan dari tempat saya berdiri.

Kata manajer yang tengah merenovasi kebun binatang itu mereka harus menyelesaikan pekerjaan akhir November ini. Nah, Jumat sebelumnya (2/11) tembok panjang itu baru berdiri setengah. [t]

About these ads