Divisi Tempur Kesepuluh

1106 (i)
AMERIKA tampaknya dibuat kesal oleh sikap pemerintah Uzbekistan yang belum juga mau membuka jembatan perbatasan dengan Afghanistan di Sungai Amu Darya. Padahal Divisi Tempur Kesepuluh Amerika sudah berada di Termez sejak tiga minggu terakhir ini.

Presiden Uzbekistan Islam Karimov sampai sekarang masih menghitung resiko yang mungkin mereka hadapi bila perbatasan dibuka. Pasukan Taliban kembali menguasai Mazar I Sharif, kota di utara Afghanistan. Bahkan basis pertahanan Taliban di kota paling utara itu semakin diperkuat.

Menurut seorang relawan kemanusiaan yang pekan lalu berada di Mazar I Sharif, saat ini ratusan tank dan senjata anti serangan udara Taliban memagari kota itu.

“Melihat rapatnya barisan tank Taliban di Mazar I Syarif, saya kira tidak mungkin bagi Amerika melakukan serangan frontal. Kecuali mereka memang mau bunuh diri,” kata laki-laki muda berkebangsaan Belgia itu.

Divisi Tempur Kesepuluh Amerika yang siap siaga di garis perbatasan Termez saat ini berasal dari Fort Drum, New York. Informasi lain menyebutkan Divisi Tempur Kesepuluh itu berkekuatan seribu personil. Sama seperti pasukan tempur Amerika yang sejak beberapa tahun lalu menetap di Khanabad, Karshi.

Divisi Tempur Kesepuluh memiliki spesialisasi tempur di pegunungan. Mereka juga dikabarkan cekatan melakukan pertempuran jarak pendek di medan bersalju. Mereka adalah pasukan pilihan yang secara khusus dipersiapkan untuk menggempur Afghanistan dari utara, melalui Mazar I Sharif.

Menurut seorang wartawan lokal, sangat wajar bila Presiden Islam Karimov bersikap plin plan seperti sekarang: di satu sisi memberi pangkalan militernya dipakai begitu saja oleh Amerika, sementara di sisi lain tidak mengijinkan jembatan Amu Darya dibuka. Sikap plin plan ini, sebut wartawan itu, barangkali dipicu oleh keraguan akan efektivitas serangan frontal dari wilayah Uzbekistan ke kantong pertahanan Taliban di utara Aghnaistan.

“Bukankah selama ini pasukan Amerika hanya menang dalam pertempuran di film. Dalam pertempuran sesungguhnya mereka lebih sering kalah,” canda teman wartawan ini.

Bila pasukan Amerika kalah perang di Afghanistan, maka nama Uzbekistan yang baru berusia sepuluh tahun akan jadi bahan tertawaan seluruh dunia, sambungnya lagi mencoba menebak jalan pikiran Islam Karimov.

Tidak tahan menghadapi sikap ragu-ragu pemerintah Uzbekistan, Gedung Putih pun akirnya mulai melirik Tajikistan, tetangga Uzbekistan yang juga berbatasan dengan Afghanistan.

Senin lalu (5/11), melalui juru bicara militer John Stufflebeem, Amerika meminta Presiden Tajikistan Emomali Rahmonov memberikan tiga pangkalan militernya untuk pasukan Amerika.

Menteri Pertahan Amerika Donald Rumsfeld mengaku telah mendapat ijin dari pemerintah Tajikistan. Bahkan dalam pernyataanya itu Rumsfeld mengatakan pemerintah Tajikistan lah yang menawarkan pangkalan militer mereka kepada pasukan Amerika.

Oleh para pengamat politik lokal pengakuan Rumsfeld ini dinilai mengada-ada. Pasalnya saat ini wilayah selatan Tajikistan dipenuhi oleh pasukan Rusia yang sejak tujuh tahun lalu berada di beberapa pangkalan militer Tajikistan seperti di Murgab dan wilayah sekitar sungai Pyanj.

Jadi, tidak ada tempat buat Amerika di Tajikistan.

Jembatan Amu Darya Dibom
Sementara itu di kalangan wartawan asing yang berada di Termez saat ini beredar rumor yang menyebutkan bahwa jembatan sungai Amu Darya yang menghubungkan Uzbekistan dan Afghanistan beberapa hari lalu dibom. Belum jelas pihak mana yang melakukan pengeboman, juga dengan maksud apa. Yang jelas, menurut kabar itu, pengeboman inilah yang menjadi sebab mengapa Jembatan Persahabatan itu belum juga dibuka sampai hari ini.

Sejauh ini tidak diperoleh konfirmasi apapun yang membenarkan atau membantah rumor tersebut.

Seorang aktivis NGO kemanusiaan di Termez mengatakan pemboman jembatan menjadi bahan pembicaraan PBB di Ashkhabad, ibu kota Turkmenistan tiga hari lalu.

Sejauh yang saya ketahui, di hari Jumat lalu (2/11) memang terdengar beberapa ledakan dari arah Afghanistan, dari malam hingga pagi hari.

Namun menurut informasi keesokan harinya, suara ledakan itu berasal dari bom-bom yang dijatuhkan Amerika di sekitar kota Mazar I Sharif. [t]

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s