1105 (iii)
DISKUSI terbatas wartawan asing yang mangkal di Termez minggu lalu (04/11) menyimpulkan bahwa Amerika memiliki maksud tersembunyi di balik serangan sepihak ke Afghanistan yang sudah memasuki minggu kelima. Maksud tersembunyi itu adalah untuk menghapus pengaruh Rusia di Asia Tengah. Ini adalah jilid kedua dari Perang Dingin.

Diskusi yang digelar dadakan di teras Hotel Surkhon sore hari itu dihadiri wartawan Italia, Perancis, Norwegia, Jerman, Turki dan Indonesia.

Selama lebih dari 70 tahun Rusia menjadi induk semang negara-negara di Asia Tengah, Uzbekistan, Kyrgyzstan, Tajikistan, Kazakhstan dan Turkmenistan dalam sebuah pemerintahan kolektif semi federasi Soedineniy Sovietskiy Sosialisticheskiy Respubliki alias Uni Soviet. Tahun 1990 Uni Soviet runtuh menyusul berbagai konflik internal dan kekalahan perang melawan Afghanistan.

Jauh sebelum keruntuhannya, seusai Perang Dunia Kedua, Uni Soviet adalah musuh besar Amerika. Kedua negara ini bertarung merebut simpati dan pengaruh dari negara-negara lain. Mereka adu senjata dan kecanggihan teknologi. Masing-masing membangun Blok Barat dan Blok Timur. Blok Barat untuk para pendukung Amerika, negara-negara liberalis kapitalis, dan Blok Timur untuk para pendukung Uni Soviet, negara-negara sosialis komunis.

Ketika Uni Soviet berhasil mengirimkan astronotnya, Yuri Gagarin, ke orbit bumi, Amerika kegerahan. Mereka mengirim Neil Armstrong ke bulan.

Amerika mengintili apapun yang dilakukan Uni Soviet. Demikian sebaliknya. Dinas intelijen Amerika Central Intelligent of Amerika atau CIA perang keserdasan melawan dinas intelijen Uni Soviet Komitet Gosudarstvenniy Bezapaznosti atau KGB.

Amerika tepuk tangan kegirangan menyambut bubarnya Uni Soviet dan Blok Timur. Tetapi hanya sebentar. Sistem yang ditinggalkan Rusia di negara-negara bekas ‘jajahannya’ itu terlalu kuat untuk lenyap dalam waktu sepuluh tahun.

Tahun 1993, Tajikistan mengundang tentara Rusia untuk memperkuat pasukan tempur mereka di selatan, wilayah yang berbatasan langsung dengan Afghanistan dan sedikit Cina. Saat ini pengaruh militer Rusia di Tajikistan semakin besar.

Selain Tajikistan, di Kyrgyzstan dan Turkmenistan pengaruh Rusia pun masih kuat.

Amerika kembali gerah. Setelah bersaha keras, tahun 1995 kekuatan militer Amerika berhasil masuk ke Uzbekistan. Beberapa perwira terpilih Uzbekistan pun dikirim belajar ke Amerika.

Bagi Uzbekistan bantuan militer Amerika ini diperlukan untuk menghadapi kelompok Islam fundamentalis anti pemerintah, Islam Movement of Uzbekistan (IMU). Kelompok ini disebut-sebut memiliki hubungan dengan kelompok sejenis di Tajikistan dan Kyrgyzstan.

Selama ini Amerika butuh alasan untuk bisa unjuk gigi dengan garang di Asia Selatan. Ketika menara WTC dan Gedung Pentagon diserang oleh kelompok yang tidak teridentifikasi, Amerika merasa dirinya telah memiliki alasan memulai perang baru yang bisa dijadikan alat untuk menanamkan pengaruhnya di Asia Tengah. Dan sedikit demi sedikit menggeser pengaruh Rusia.

Bahkan, menurut wartawan Norwegia, sebuah laporan intelijen yang menyebutkan jauh sebelum peritiwa 11 September Amerika sudah berencana menyerang Afghanistan akhir tahun ini. Amerika butuh satu perang di Asia Tengah untuk bisa memusnahkan pengaruh Rusia selamanya.[t]

About these ads