Empat Jam di Desa Kerpichny

1103 (iii)
UNTUK mengamati kehidupan di sekitar garis perbatasan sebetulnya tidak perlu jauh-jauh ke pos Gulbahor atau ke Termez Ota. Beberapa desa di pusat kota Termez justru berada tepat di garis perbatasan.

Sabtu (03/11), pagi hari, saya mengelilingi desa-desa tersebut. Yang pertama saya kunjungi adalah Desa Pattakesar dan Desa Lilingrad. Empat orang laki-laki, penduduk sipil, tengah duduk di atas rel kereta api. Seorang diantara mereka berdiri menyandarkan tubuhnya pada sepeda. Sesekali mereka tertawa terbahak-bahak. Jpret, saya foto.

Di Desa Normansky, satu kilometer dari Desa Pattakesar sebuah truk tentara tengah berhenti. Saya mencium gelagat tidak baik. Taxi saya minta balik kanan.

Lalu kami ke Desa Kerpichny, juga tidak jauh dari tempat itu. Beberapa anak kecil tengah bermain bola di pinggir rel kereta api. Sementara ibu-ibu mereka tengah ngobrol menghabiskan waktu pagi hari.

Di balik pagar kawat berduri dua orang tentara berdiri. Saya mengarahkan kamera ke mereka. Jpret. Melihat saya, seorang tentara mengambil magazine, sarang peluru, dari saku kiri baju lorengnya, memasang dan mengokang Kalashnikovnya.

Moncong senjata buatan Rusia itu diarahkan ke taxi yang saya tumpangi. Mobil balik kanan. Si tentara dengan cepat melompati pagar, berlari memutar, berdiri tepat di depan taxi. Hanya lima meter. Kini Kalashnikovnya mengarah ke tempat saya duduk, di sebelah kanan sopir.

Saya keluar dari taxi sambil mengangkat tangan. Penterjemah dan sopir mengikuti dari belakang. Saya mencoba menjelaskan kalau saya seorang wartawan, dan tidak punya senjata. Kalashnikovnya mengarah ke dada saya. Dia marah karena saya mengambil foto mereka. Dia minta agar film saya dimusnahkan

Saya menolak. Lama kami bertahan dalam posisi seperti itu, dia menodongkan Kalashnikov dan saya berdiri dengan dua tangan ke atas. Muncung Kalashnikov digerak-gerakan. Jari telunjuk tangan kanan seradadu itu sudah nempel di pelatuk. Penduduk yang menonton kejadian itu berteriak-teriak. Maut juga suasananya.

Kamera saya ambil. Dengan berat hati, di depan tentara itu saya keluarkan film dari kamera.

Lalu, dari arah belakang sebuah jip hijau meluncur dengan kecepatan tinggi. Empat tentara, dua diantaranya juga menenteng Kalashnikov, turun. Seorang dari mereka, sepertinya perwira, mengambil kartu akreditasi saya yang dikeluarkan Kementrian Luar Negeri Uzbekistan di Tashkent. Dia minta saya ikut ke markas tentara di dekat Desa Normansky.

Setelah dua jam di markas itu, saya dibawa pakai jip putih ke markas tentara berikutnya, Military Port 9221. Saya dimasukkan ke ruangan seluas dua kali empat meter. Tiga bangku mengelilingi sebuah meja kecil di tengah ruangan. Beberapa perwira datang ke ruangan. Mengajukan pertanyaan yang sama seperti sebelumnya. Siapa saya, mau ngapain ke Termez, ada ijin untuk mengambil foto di garis perbatasan atau tidak, dan sebagainya.

Satu jam kemudian pintu kembali terbuka. Dua orang laki-laki berpakaian sipil masuk. Seorang diantara mereka saya kenal sebagai Bachtiar Minglyv, seorang konselor urusan wartawan di Termez. Seorang lagi, saya kira pejabat Milliy Havsizlik Hizmati atau Slujba Natsionalnaya Bezapaznosti (SNB), semacam dinas intelelijen Uzbekistan. Sama seperti tentara-tentara sebelumnya, mereka juga menanyakan hal yang sama.

Saya diminta menulis sebuah surat yang ditujukan kepada Komandan Military Port 9221 Mayor Syaripov R. Isinya menjelaskan siapa saya, mau ngapain di Termez, serta bagaimana kejadian hari itu. Saya diminta menandatangani pernyataan yang salah satu isinya kira-kira berbunyi seperti ini: semoga peristiwa ini tidak akan merusak hubungan Indonesia dan Uzbekistan.

Setelah lebih dari empat jam ditahan akhirnya saya dibebaskan. [t]

About these ads

One thought on “Empat Jam di Desa Kerpichny

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s