Uzbekistan yang Mulai Khawatir

1030 (iii)
SAMPAI malam ini (29/10) pemerintah Uzbekistan belum juga membuka perbatasan mereka dengan Afghanistan. Mau tahu sebabnya? Pemerintah Uzbekistan mulai khawatir, kata sebuah sumber tidak resmi. Khawatir soal apa dan pada siapa? Lanjut si sumber itu, sejak beberapa hari ini pasukan Taliban kembali menguasai Mazar I Sharif dan memukul mundur pasukan Aliansi Utara dari kota paling utara di Afghanistan itu.

“Dari informasi yang saya ketahui, pasukan Taliban sudah kembali menguasai Mazhar I Sharif. Mereka memagari kota Mazhar I Sharif dengan tank tempur. Saya tidak tahu pasti kapan mewreka melancarkan serangan. Tadinya pihak Amerika berusaha menutupi informasi ini,” kata sumber berkebangsaan Inggris itu.

Pemerintah Amerika sengaja menyembunyikan fakta itu dengan terus menerus mengumbar cerita keberhasilan serangan mereka atas kota Kabul. Nah, Kabul sendiri pun masih dikuasai Taliban.

Bagi pemerintah Uzbekistan, membuka pintu perbatasan dengan Afghanistan itu bisa jadi tindakan bunuh diri. Soalnya bukan tidak mungkin pasukan Taliban malah merengsek masuk dan menduduki Termez.

Kalau dipikir-pikir, pemerintah Uzbekistan kayaknya lebih takut pasukan Taliban yang berada di Mazar I Sharif daripada pasukan Amerika yang sudah beberapa tahun ini berdiam di pangkalan militer mereka. Presiden Islam Karimov menolak permintaan Commander of US Central Command Tommy Frank yang secara khusus menemuinya dua hari lalu (28/10). Sebaliknya, Islam Karimov mendesak Amerika menyelesaikan masalah Afghanistan ini secara damai. Jangan ada bom lagi. Apalagi bom yang meselet.

Ketika saya tanya soal ini, Khokimiyat atau Walikota Termez Choriyv Abdurahim memberikan jawaban senada dengan Islam Karimov. “Uzbekistan tidak akan membiarkan Termez dijadikan pintu masuk bagi pasukan Amerika ke Mazar I Sharif. Uzbekistan hanya akan membuka jembatan Amu Darya bila keadaan di Mazar I Sharif sudah aman dengan sendirinya,” jawabnya.

“Apa alasan untuk menunda pembukaan pintu perbatasan itu berkaitan dengan kembalinya pasukan Taliban ke Mazar I Sharif?” tanya saya. Choriyv mengaku tidak tahu soal itu.

“Kami hidup damai. Kami menginginkan agar perbatasan itu dibuka, agar kami bisa mengembangkan daerah ini dan berhubungan dengan wilayah lain di selatan. Tapi untuk itu kami tidak akan mengijinkan wilayah ini dipakai pasukan militer asing,” kata Choriyv di kantornya jalan At Tarmidzi.

Lalu saya konfirmasi dia dengan berita yang menyebutkan keberadaan Pasukan Divisi Sepuluh Pegunungan Amerika di Termez. “Saya tidak akan mengijinkan pasukan Amerika mangkal di Termez,” katanya lagi.[t]

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s