Rupa yang Juga Tidak Mengerti Mengapa Garis Perbatasan belum Dibuka

1030 (iv)
HINGGA kemarin (10/3) garis perbatasan Uzbekistan dan Afghanistan di Kota Termez sebelah Selatan Uzbekistan belum juga dibuka. Padahal sebagian bantuan kemanusiaan yang dijanjikan PBB sudah berada di gudang dekat perbatasan. Nah, kalau jembatan di atas sungai Amu Darya itu tidak dibuka juga, bantuan yang sudah digudangkan itu bisa hangus.

Ketika saya hubungi Juru Bicara Unicef di Tashkent Rupa Joshi mengungkapkan kekhawatirannya. Kata Rupa, pihaknya sama sekali tidak tahu mengapa pembukaan garis perbatasan itu urung dilakukan.

“Saya juga tidak habis mengerti mengapa garis perbatasan itu belum juga dibuka. Padahal pemerintah Uzbekistan dan PBB sendiri yang mengatakan rencana itu pada kita semua. Sekarang semua orang menunggu bukti keseriusan mereka,” kata wanita berkebangsaan Nepal ini.

Kata Rupa lagi, saat ini satu kontainer bantuan sudah masuk gudang beberapa kilometer dari garis perbatasan. Sementara satu kontainer lainnya tengah berada dalam perjalanan ke Uzbekistan. Ada satu kontainer yang masih tertahan di Bandara Tashkent.

Bantuan kemanusiaan Unicef yang akan disalurkan kepada warga Afghanistan korban perang dan musim panas yang ganas kebanyakan berupa obat-obatan darurat termasuk alat medis untuk ibu melahirkan, alat bantu sekolah, jaket dan pakaian untuk menghadapi musim dingin dan sebagainya. Semua barang-barang itu dimasukkan ke dalam sebuah peti besi.

Kaburnya rencana pembukaan jembatan, memunculkan berbagai prediksi di kalangan masyarakat Tashkent. Ada dugaan yang menyebutkan bahwa pemerintah Uzbekistan tidak benar-benar berniat membuka garis perbatasan dengan Afghanistan di Kota Termez itu. Pasalnya, sekali garis perbatasan itu dibuka, Uzbekistan akan menghadapi masalah yang cukup besar. Pertama, kebanjiran pengungsi dari Kota Mazar I Sharif di Utara Afghanistan yang hanya beberapa kilometer dari perbatasan. Kedua, bukan mustahil pasukan Taliban akan menyusup di antara pengungsi.

Uzbekistan di bawah pimpinan Presiden Islam Karimov tidak memiliki hubungan yang baik dengan kelompok Taliban. Tidak cuma karena Taliban termasuk musuh lama Uzbekistan di masa Uni Soviet, tapi juga karena Taliban memiliki hubungan yang sangat erat dengan kelompok Islam fundamentalis anti pemerintah.

Prediksi berikutnya menyebutkan bahwa Presiden Islam Karimov tidak ingin negaranya terseret ke dalam perang yang tidak jelas ini. Pemerintah Uzbekistan sadar bahwa kampanye perang melawan terorisme ini hanya akal-akalan Amerika saja untuk bisa menguasai Asia Tengah. Amerika disebutkan ingin menyaingi pengaruh Rusia. Perlu dicatat, bahwa sejak tujuh tahun lalu pemerintahan Emomali Rahmonov di Tajikistan telah mengijinkan pasukan Rusia menempati pangkalan militer mereka di Murgab, sebelah Selatan Tajikistan dan berbatasan langsung dengan Afghanistan.[t]

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s