AWALNYA tidak banyak orang yang tahu bahwa Uzbekistan mewarisi cadangan anthrax milik Uni Soviet dalam jumlah besar. Kuman anthrax itu disimpan di dalam ratusan drum yang ditanam di Pulau Vozrozhdeniya, di tengah Laut Aral, di sebelah utara Uzbekistan.

Warisan anthrax di Uzbekistan itu baru diketahui umum setelah Kantor Berita Rusia ITAR-TASS memberitakan rencana pemerintah Amerika mengucurkan dana sebesar 6 juta dolar AS kepada pemerintah Uzbekistan (23/10). Disebutkan, uang sebanyak itu akan dipakai untuk menghancurkan timbunan drum berisi anthrax tersebut.

Tapi, beberapa pandangan lain curiga dengan udang di balik bantuan ini. Bukan tidak mungkin sebenarnya Amerika Serikat tengah berusaha mengakuisisi anthrax di Laut Aral itu diam-diam.

Menurut Ketua Ecosan, Yusuf Shadimetov, anthrax itu diproduksi Soviet sekitar tahun 1951, di saat Perang Dingin antara Blok Barat dan Blok Timur sedang panas-panasnya.

Selain di Laut Aral, Uni Soviet juga menyimpan kuman anthrax di pegunungan Ural dan pesisir Siberia.

Ecosan adalah sebuah LSM lokal yang bergerak di bidang lingkungan hidup. Saya mengunjungi kantor kantor Ecosan di Tashkent dua hari lalu.

“Anda harus paham bahwa selama Perang Dingin, baik Blok Barat yang dipimpin Amerika Serikat dan Blok Timur yang dipimpin Uni Soviet berlomba mengembangkan industri senjata kimia. Itu bukan hal aneh. Soviet tidak mau kalah, begitu juga Amerika,” kata Yusuf.

Mengapa Pulau Vozrozhdeniya dipilih sebagai tempat penyimpanan kuman anthrax?

Alasannya sederhana. Dulu pulau itu tidak mudah dijangkau orang awam. Hanya orang-orang dengan keahlian khusus yang bisa menyeberangi laut di wilayah Karakalpakstan, sebuah republik otonom di Uzbekistan itu.

Nah, beberapa tahun terakhir permukaan air Laut Aral semakin menyusut karena pasokan air dari Sungai Amu Darya dan Sungai Ary Darya yang selama ini bermuara di Laut Aral juga menyusut. Aliran kedua sungai itu habis di tengah perjalanan menuju laut karena terserap perkebunan kapas yang memenuhi Uzbekistan.

Bayangkan kalau dalam beberapa tahun ini penyusutan permukaan air Laut Aral tidak teratasi, kata Yusuf Shadimetov lagi.

“Seluruh dunia akan terancam kuman anthrax. Angin yang sering bertiup kencang di kawasan Karakalpakstan akan menyebarkan kuman anthrax dalam waktu cepat.”

Bagaimana riwayat kuman anthrax Uni Soviet itu?

Cerita tentang ini juga menarik. Sebelum saya berangkat ke Uzbekistan, mantan Kepala Badan Koordinasi Intelijen Negara (Bakin) Zaini Azhar Maulani sempat bercerita kepada saya mengenai anthrax dan penyebarannya yang sedang jadi berita besar mengiringi konflik dan aksi terorisme belakangan ini, juga tentang timbunan anthrax di Laut Aral.

Menurut ZA Maulani, stok anthrax di Laut Aral itu justru berasal dari Amerika, tepatnya dari laboratorium pusat pengembangan senjata kimia di Universitas Iowa.

Di era 1950an Universitas Iowa di kota Ames berhasil mengembangkan kuman anthrax, yang selanjutnya dikenal dengan nama anthrax Ames.

Mengetahui keberhasilan Amerika tersebut, Uni Soviet menyusun rencana untuk mencuri formula anthrax Ames. Entah bagaimana detailnya, tetapi Komityet Gosudarstvennoy Bezopasnosty (KGB) disebutkan berhasil mendapatkan formula anthrax tersebut dan kemudian mengembangkan serta memproduksinya secara besar-besaran untuk menghadapi Amerika Serikat.[t]