Mengapa Uzbek Tak Peduli Perang Afghan?

1023
ORANG Uzbekistan percaya seratus persen, negara mereka tidak akan terseret masuk ke perang besar yang tengah berkecamuk di Afghanistan.

Sikap ini awalnya mengherankan. Bagaimana mungkin mereka tidak ambil peduli. Apa mereka tidak sadar bahwa negara mereka berbatasan langsung dengan Afghanistan. Mazar I Sharif kota paling utara yang dikuasai Taliban, hanya beberapa kilometer dari Termez, kota paling selatan di Uzbekistan. Apakah ledakan dahsyat roket dan rudal yang ditembakan Amerika ke Mazar I Sharif tidak terdengar sampai Termez?

Belakangan saya bisa paham mengapa orang Uzbekistan tidak peduli dengan perang di Afghanistan. Mereka menganggap orang Afghanistan sebagai musuh abadi. Ketika Uzbekistan masih berada di bawah kekuasaan Rusia dalam federasi Uni Soviet, banyak pemuda Uzbek yang mati konyol selama perang dengan Afghanistan.

Sikap anti Afghanistan itu bertahan lama. Walau Uni Soviet sudah bubar, Uzbekistan masih tidak mau bersahabat dengan Afghanistan. Ini aneh. Rupanya baik pemerintah dan rakyat Uzbekistan tidak melihat perang yang dikobarkan Moskow melawan Afghanistan dan menelan ribuan orang Uzbek itu sebagai kebijakan politik Soviet. Padahal secara alamiah orang Uzbek memiliki banyak kesamaan dengan orang Afghan.

Sikap politik seseorang atau sekelompok orang memang tidak mudah dijelaskan.

Sementara itu, saat ini kebijakan politik luar negeri Uzbekistan memilih Amerika sebagai teman dekat. Bukan Rusia, seperti di Tajikistan, misalnya. Sejak tahun 1995 Uzbekistan mempersilakan Green Beret Amerika hadir di Khanabad, Karshi Provinsi Surkhandariyah, tujuh jam dari Tashkent ke arah barat daya. Presiden Islam Karimov mengharap pasukan tempur ini bisa melatih tentara Uzbekistan menghadapi kelompok anti pemerintah Islam Movement of Uzbekistan (IMU).

Jadi tidak usah heran kalau Uzbekistan adalah negara Asia Tengah pertama yang mengijinkan Amerika menggunakan koridor udaranya sebagai pintu masuk ke Afghanistan. Memang pemerintahan Uzbekistan menyebutkan bahwa koriodr udara itu diperuntukan bagi pemberian bantuan kemanusiaan. Tapi siapa yang bisa memberi jaminan benda apa yang dikirim Amerika ke Afghanistan.

Beberapa minggu ini Amerika mulai menjatuhkan kantung-kantung paket bantuan kemanusiaan di atas wilayah Afghanistan. Tetapi, sekali lagi, siapa yang bisa menjamin Amerika tidak akan menjatuhkan bom maut mereka diantara paket bantuan dalam pak berwarna kuning itu?

Kalau hal terakhir ini yang terjadi, jelas tangan Uzbekistan ikut berlumuran darah. Setelah itu hanya dua pilihan bagi mereka. Menghentikan dukungan ke Amerika, atau justru ikut secara total dalam war game Amerika ini. Agaknya, sikap terakhir yang lebih nyaman bagi Uzbekistan. Dalam hitungan hari, Uzbekistan akan terseret ke tengah kancah peperangan.[t]


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>